Primary tabs

Bahaya Rokok, Mempengaruhi Kinerja Pegawai

Mengingat pentingnya bahaya asap rokok bagi kesehatan masyarakat khususnya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 2 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tujuannya tidak lain untuk kesehatan para ASN.

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tentunya memiliki alasan penting, kenapa dibuatnya Perda KTR. Jika melihat dampak bahaya asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, baik bagi perokok aktif maupun yang tidak merokok akibat terpapar asap rokok.

Bahkan dari survey dan badan kesehatan dunia ( WHO) melaporkan tingkat kematian yang diakibatkan dari merokok telah mencapai 4,9 juta pertahun atau setiap 1 jam 560 orang diseluruh dunia meninggal karena rokok dan yang lebih parah lagi, dari hasil tersebut diketahui bahwa 30%-40% sudah mulai kecanduan rokok pada usia dibawah 15 tahun.

Setiap batang  rokok mengadung zat yang namanya zat Nikotin. Zat ini jika dihisap seseorang maka akan berpengaruh bagi kesehatan tubuh manusia yaitu menyebabkan kecanduan/ ketergantungan, merusak jaringan otak.

Kemudian selain zat nikotin, ada juga zat Tar yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker. Tentunya Pengaruh bagi tubuh manusia dapat membunuh sel dalam saluran darah Meningkatkan produksi lendir diparu-paru Menyebabkan kanker paru-paru. Serta zat Iritan Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru Menyebabkan batuk.

Penyakit akibat rokok diantarnya :

1.Kanker Mulut Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.

2.Kanker Tenggorokan Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.

3.Serangan Jantung Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.

4. Penyakit Jantung Koroner (PJK) Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika memiliki penyakit lain seperti diabetes melitus.

5. Aterosklerosis Nikotin dalam asap rokok bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.

6.Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).

7.Impotensi Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.

Tentunya asap rokok yang dihirup juga akan melalui saluran pencernaan dan pernapasan, yang boleh menyebabkan pelbagai penyakit di bahagian esofagus, perut dan pankreas. Racun dalam asap rokok yang larut air akan memasuki sistem saluran darah dan dibawa ke seluruh badan. Bahan nikotin, bukan saja memberi sifat ketagihan, malah menyebabkan saluran darah arteri menjadi sempit. Ia juga merosakkan dinding arteri dan akan memudaratkan organ berkaitan.

Akibat dan dampak asap rokok itulah, maka pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Tentunya diharapkan dengan adanya KTR para pegawai yang merokok tidak di sembarang tempat sehingga asap bahaya rokok tidak mengenai para pegawai yang tidak merokok. Sehingga penyakit dari asap rokok dapat di hindari.

Lalu Apakah bahaya rokok dan asap rokok dapat mempengaruhi kinerja pegawai di lingkungan pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Melihat definsisi kinerja dari Tisna Surya Adi Prenanto,  Kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.

Dampak atau efek dari rokok dan asap rokok seperti dipengertian diatas sangat membahayakan kesehatan yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang dalam bekerja, misalnya rasa malas dan kondisi tubuh gampang sakit atau sakit di kemudian hari. Tentunya ini akan berdapak pada kerugian angaran pemerintah baik yang secara langsung maupun di kemudian hari.

Misalnya saja,  apabila memiliki pegawai yang merokok atau terkena asap rokok, kemudian dia sakit akibat rokok tentunya biaya kesehatan yang ditangung akan menjadi sangat tinggi. Saving anggaran terkuras gara gara untuk membayari pegawai yang sakit akibat dari rokok.

Bukan hanya itu, menurut pemantauan saya pegawai yang merokok terkadang memiliki waktu yang terbuang diwaktu kerja. Misalnya saja ada pegawai yang merokok, setidak-tidaknya dalam merokok memerlukan waktu dan tempat. Waktu tersebut akan terbuang cuma cuma karena mencari tempat dan merokok.

Bayangkan saja apabila ada pegawai yang merokok setiap 3 jam sekali dan dalam setiap batangnya menghabiskan waktu 2 sampai 3 menit sambil ngobrol. Kalau dalam merokok pegawai tersebut menghabiskan 2 batang maka kisaran 4 atau 6 menit waktu terbuang. Belum waktu untuk berjalan menuju lokasi atau tempat untuk merekok. Itu semua bisa saja menyebabkan tujuan organisasi akan lambat tercapai.

Dari sisi ekonomi keluarga tentunya sangat menggangu karena uang yang seharusnya bisa untuk membeli kebutuhan keluarga, terbuang karena membeli rokok. Jika seseorang menghabisakan rokok satu minggu satu bungkus di kalikan 3 atau 4 minggu dalam satu bulan. Terlebih jika dua hari menghabiskan satu bungkus rokok. Berapa anggaran rumah tangga yang sudah terkuras untuk membeli rokok.

Penulis: 
Mislam
Sumber: 
PPID Babel