Primary tabs

Harapan Rekrutmen CPNS Yang Unggul Di Bumi Serumpun Sebalai

 

Sambutan masyarakat

Suka cita masyarakat di Bangka Belitung menyambut adanya penerimaan CPNS luarbiasa, mengingat angka pencari kerja dari warga lokal khususnya cukup tinggi jadi ini salah satu solusi mengurangi pengangguran dan kesempatan mengabdi di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sesuai formasi yang tersedia. Tak dipungkiri kesibukan menyiapkan berkas administrasi, melihat pengumuman berkelanjutan secara cermat di web resmi pendaftaran CPNS. Tak kalah sibuknya orang tua juga ikut mendorong putra putrinya untuk berkompetisi dalam ajang ini terlihat dari pengamatan penulis mereka saling bertanya, mengamati serta berdoa untuk buah hatinya agar bisa mengikuti seleksi ini dengan baik.

Begitu antusiasnya masyarakat mengartikan CPNS adalah salah satu primadona seperti daerah lain di tanah air. Semua berharap tidak ada lagi titipan pejabat, permainan, sogokan ( KKN ) yang selama ini dikonotasikan tidak semua orang pintar, miskin,cacat bisa menjadi CPNS karena kezoliman merajalela. Negeri ini membutuhkan keterbukaan dan kejujuran yang hakiki sehingga amanah Undang-undang Dasar 1945 terealisasi sesunggunya, bukan lagi mimpi semata kaum kecil namun keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia telah hadir secara nyata mengedepankan kebhinnekaan itulah perubahan sebagai pintu gerbang kemajuan bangsa.

Kebutuhan Formasi

Pembukaan Lowongan CPNS Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memprioritaskan penerimaan tenaga tenaga guru, kesehatan, penyuluh dan tenaga teknis.bertujuan untuk mengisi beberapa kebutuhan tenaga PNS di Provinsi (PEMPROV) Bangka Belitung, baik karena pensiunnya beberapa tenaga PNS maupun karena masih dibutuhkannya penambahan tenaga PNS di Provinsi (PEMPROV) Bangka Belitung disesuaikan dengan kebutuhan tenaga ASN di lingkup PEMPROV Bangka Belitung.

250 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) dinyatakan lulus seleksi oleh panitia Badan Kepegawaian Negara (BKN). Peserta yang lulus setelah berhasil melewati passing grade dalam dua test yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Tentunya 80 % kebutuhan sumber daya manusia baru telah terserap mendapatkan kesempatan mengabdi di Bumi Serumpun Sebalai dalam berbagai disiplin ilmu.

Unggul kah mereka

Pemahaman manusia unggul di era globalisasi bisa dikatakan era yang bersifat horizontal, inklusif dan sosial. Era yang telah diisi dengan keberagaman keahlian manusia dan kompleksitas permasalahan sosial. Era yang penuh persaingan dan menyeluruh pada semua aspek kehidupan masyarakat. Unggul adalah manusia yang mempunyai berbagai kelebihan tidak hanya memiliki satu kelebihan melainkan memiliki berbagai skill yang dibutuhkan. Senantiasa berorientasi menjadi yang terdepan dan berbeda dengan manusia pada umumnya. Perbedaan terletak pada kemampuan yang dimiliki baik skill dalam menyelesaikan segala persoalan dengan tepat dan cepat maupun kemampuan dalam hal berinovasi menciptakan sesuatu yang baru seperti harapan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung.

Sifat-sifat manusia  unggul  :

1. Dedikasi Seseorang manusia yang unggul haruslah mempunyai rasa pengabdian terhadasp tugas dan pekerjaannya. Dia harus   memiliki  visi jauh  kedepan. Seorang  yang   berdedikasi adalah seorang yang disiplin karena terfokus kepada apa yang ingin diwujudkan.

2. Jujur Kejujuran memang penting tidak    hanya jujur     pada orang lain    tapi jujur  pada diri sendiri. Terhadap orang lain seorang harus dapat bekerja sama, dan didalam kerjasama itu harus dilandasi rasa saling percaya. Orang juga harus jujur pada kemampuan dirinya sendiri, umpamanya saja jujur   pada apa yang    dapat   diperbuat dan apa  yang tidak dapat diperbuat.

3 Inovatif Seorang manusia unggul bukan lah manusia rutin yang puas dengan apa yang telah dicapainya, melainkan manusia yng unggul adalah manusia yang kreatif, yang selalu aktif mencari hal-hal yang baru.

4.Tekun Manusia unggul ialah seorang yang dapat memfokuskan perhatiannya kepada sesuatu yang dikerjakannya. Ketekunan akan menghasilkan sesuatu, karena    manusia unggul tidak akan berhenti sebelum dia membuahkan sesuatu.

5. Ulet Manusia unggul adalah manusia yang tidak mudah putus asa. Dia akan terus-menerus mencari dan mencari, dibantu sikap tekun, maka keuletan akan membawa dia kepada sesuatu dedikasi pekerjaan yang baik dan bermutu.

 

Menurut Islam

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

ولقد كرمنا بني ادم وحملناهم في البر والبحر ورزقناهم من الطيبات وفضلناهم علئ كثير ممن خلقنا تفضيلا ( الاسراء: )

Artinya: "Sungguh,telah kami mulyakan umat manusia/keturunan nabi adam,Kami sediakan bagi mereka kendaraan di darat dan di laut.dan Kami berikan rizki-rizki yang baik bagi mereka,juga Kami berikan kepada mereka kelebihan atas mahluk-mahluk umumnya yang telah Kami ciptakan" (Qs Al Isra' 70)

لقد خلقنا الانسان في احسن تقو يم (التين: )

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (Qs At tiin 4)

Ayat di atas menunjukkan bahwa manusia merupakan mahluk Allah yang paling sempurna di banding mahluk-mahluk yang lain,karma manusia di ciptakan selain mempunyai akal pikiran,juga mempunyai hawa nafsu.artinya manusia di ciptakan Nya dalam segi bentuk ataupun penampilannya amatlah baik.dalam ayat yang lain Allah berfirman:

واذ قلنا للملا ئكة اسجدوا لادم فسجدوا الاابليس (البقراه )

Artinya: "Dan ingatlah ketika Kami berseru kepada para malaikat:"Sujudlah kepada adam,maka mereka bersujud/berhormat,kecuali iblis."(Qs Al baqarah 34,Al araf 11,Al israk 61,Kahfi 50,Thoha 116).

Jadi ayat tersebut menerangkan adanya seruan kepada para malaikat dan iblis untuk bersujud/menghormat kepada nabi adam.yang rendah kepada yang lebih unggul,yang berarti nabi adam unggul melebihi mereka.Dalam ayat lain Allah berfirman:

فاءذا سويته ونفخت فيه من روحي فقعوا له سجدين (الحجر )

Artinya: "Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya,dan telah meniupkan ke dalamnya ruh(ciptaan) KU, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud". (Qs Al hijr: 29).

 

Harapan

Semua sistim itu bagus namun senantiasa harus dikaji apa keunggulan dan kelemahan dengan adanya penerapan rekrutmen sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetisi Bidang (SKB). Mengingat latar belakang seseorang tidak mudah diketahui dari sistim ini, apakah dia seorang radikal, pernah melakukan kejahatan, berperilaku menyimpang, berkelainan jiwa dan sebagainya. CPNS yang lulus ini tentunya diisi generasi milenial istilah sekarang diharapkan bisa menguatkan agenda reformasi birokrasi di Indonesia. Peran strategis dalam reformasi birokrasi bisa meningkatkan daya saing negara di mata dunia internasional terutama sumber daya manusia aparatur negara yang menggawangi roda pemerintahan di Indonesia baik tingkat pusat,provinsi,kabupaten/kota.

Dari segi karakter secara umum generasi baru ini sangat akrab dengan teknologi digital, media sosial dan gaya komunikasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya namun moral senantiasa tidak boleh ketinggalan bila terjadi sesuatu diluar kendali maka harapan hanya tinggal kenangan.         

Realita

Kita berharap dari semua CPNS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah lulus akan memberikan suatu realita manusia sesungguhnya, namun disayangkan dalam pengamatan penulis hal itu tidak sepenuhnya terjadi mengingat masih adanya hal di luar dugaan. Mengapa ini terjadi tentu ada latar belakang yang mempengaruhi meskipun mereka diseleksi dalam 2 tahap Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) Terdiri atas Tes Intelegensi Umum (TIU), Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Kepribadian (TK), kemungkinan mereka lulus hanya karena teoritik semata tidak memperhatikan moral dan latar belakang seseorang.

        Sebagai widyaiswara yang mengampu materi mata diklat nasionalisme telah menemukan beberapa kejanggalan baik di dalam kelas maupun luar kelas antara lain :

  1. Penuh kepasifan
  2. Kurang disiplin
  3. Daya belajar lemah
  4. Memprotes tidak sesuai materi
  5. Kreatifitas kurang
  6. Suka menguap/tertidur ketika belajar

Lalu timbul pertanyaan apa beda dengan yang sebelumnya tidak seperti tertulis di atas, mungkinkah kita beli kucing dalam karung atau hanya sebatas memenuhi kuota dan berakibat dampak negatif dikemudian hari malah menambah beban. Mungkin ada yang kaget seolah-olah tidak percaya apakah betul CPNS ini tidak kompeten, ada juga yang biasa-biasa saja tidak memberikan komentar, dan mungkin ada yang berpendapat, kalau tidak memiliki kompetensi bagaimana bisa melaksanakan pelayanan kepada publik atau masyarakat, dan mungkin ada komentar yang radikal, apabila tidak memiliki kompetensi  lebih baik CPNS ini mengundurkan diri saja.

Pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bagi kalangan PNS merupakan salah satu bahan intropeksi diri untuk memperbaiki dan meningkatkan kompetensi, karena PNS adalah berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan, dan pembangunan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Jo Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, dijelaskan bahwa Pegawai Negeri adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Latsar

Pelatihan Paling Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil atau disingkat Latsar CPNS atau disebut Latsar adalah syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebelum tahun 2015 dikenal sebagai Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan atau disingkat Diklat Prajabatan atau cukup disebut Prajab. Dalam Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang pendidikan dan pelatihan jabatan Aparatur Sipil Negara (Pegawai Negeri Sipil), antara lain ditetapkan jenis-jenis diklat ASN/PNS. Salah satu jenis diklat adalah Latsar CPNS (Golongan I, II, atau III) yang merupakan syarat pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menjadi ASN/PNS sesuai golongan tersebut di atas. Latsar CPNS dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan untuk pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil, pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya organisasinya supaya mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat.

Adapun tujuan dimaksud sesuai Peraturan dimaksud :

  • Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai dengan kebutuhan instansi.
  • Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat.
  • Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik
  • Kegiatan latihan dasar (latsar) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting, karena kegiatan ini dapat membentuk sosok ASN yang profesional, dengan kompetensi dan karier dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan publik. Latsar merupakan sebuah bentuk komitmen Pemerintah dalam meningkatkan kompetensi ASN, dan membentuk ASN yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan bagi masyarakat sebagai penyelenggara pelayanan.

Pengembangan kompetensi bagi ASN bukan hanya dilakukan secara manual, rutin dan berkala, akan tetapi sudah harus dikembangkan baik dari aspek sarana dan prasarana, kurikulum, Widyaiswara maupun metode yang digunakan. Pemerintah seharusnya tidak boleh kalah dengan korporasi. Output dari sebuah penyelenggaraan diklat adalah adanya perubahan sikap dan perilaku, selain peningkatan pengetahuan dan keahlian sesuai dengan bidangnya. Begitu pula dengan orientasi sebagai bagian dari pengembangan kompetensi yang diselenggarakan dan dimulai pada hari ini, tidak lain adalah untuk meningkatkan kapasitas/ kompetensi ASN

Amanat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Menajemen PNS, setiap CPNS wajib menjalani masa percobaan selama 1 (satu) tahun. Masa percobaan merupakan masa prajabatan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan. Proses pendidikan dan pelatihan itu sendiri dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, motivasi nasionalisme dan semangat kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pengenalan tugas seperti orientasi yang dilakukan dapat membuka wawasan dan pengetahuan saudara-saudara tentang tugas, fungsi, dan wewenang masing-masing sebagai ASN. Profesionalitas menjadi salah satu kunci yang harus terus diwujudkan. Lebih dari itu sebagai upaya ASN dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang kedepan harus memiliki jiwa enterpreunership dan juga hospitality yang tidak kalah dengan lembaga swasta.

Pengembangan kompetensi bagi ASN merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan secara berkesinambungan, sebab tantangan dalam pengelolaan Manajemen SDM kedepan berhadapan dengan apa yang disebut dengan Highly Competitive-AFTA-MEA seperti Globalisasi, Competitive Antar-Negara, Teknologi Informasi dan Digitasi, dan High Collabaration.

Mewujudkan birokrat berkelas dunia di daerah

Kualifikasi dan kinerja ASN sesuai dengan tuntutan era revolusi 4.0 seperti harapan semua pihak lalu  mampu melaksanakan kaderisasi kepemimpinan dengan menerapkan talent management yang terdiri dari penetapan talent pool, talent development, dan talent retention. Pengembangan talenta ASN yang masuk ke dalam kelompok rencana suksesi agar memiliki kompetensi berkelas dunia. Hal itu ditandai dengan penguasaan teknologi digital, penguasaan bahasa asing, dan berwawasan., menyiapkan infrastruktur yang mendukung pemanfaatan teknologi adalah membangun sinergi antara Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mewujudkan ASN berkelas dunia secara intensif dan berkesinambungan.Indonesia hendaknya memiliki pemerintahan kelas dunia (World Class Government) pada 2025. Untuk hal dimaksud birokrasi Indonesia membutuhkan kerja keras yang saling bersinergi dan berkelanjutan.  

Reformasi birokrasi yang sudah berjalan selama ini belum signifikan sehingga diperlukan percepatan, seiring kompetisi global yang tak bisa ditunggu lagi. "Peningkatan profesionalisme ASN sudah tidak dapat ditawar lagi, tidak bisa lagi menoleransi PNS yang asal kerja saja tanpa memperhatikan kompetensi seperti yang diharapkan menuju era persaingan semakin jauh melangkah ke depan.
Setiap individu dituntut untuk memberikan kontribusi kinerja yang jelas dan terukur kepada organisasinya. Dengan profesionalisme yang baik ini, akan terwujud standarisasi. Adanya profesionalisme yang baik akan terwujud standardisasi kompetensi sehingga untuk jabatan yang sama di berbagai daerah akan memiliki kualitas dan kapasitas yang setara. Indonesia menuntut adanya aparatur pemerintahan yang lebih adaptif dan antisipatif terhadap berbagai perubahan yang akan terjadi sehingga untuk jabatan yang sama di berbagai daerah akan memiliki kualitas dan kapasitas yang setara. 
 

Good Governance

Pemerintah melakukan berbagai langkah kebijakan untuk mewujudkan dynamic governance. Dengan terciptanya dynamic governance otomatis birokrasi yang selama ini terkesan "ribet' dan "kotor" akan berubah menjadi birokrasi yang andal dan transparan. Harapan ini merupakan ciri pemerintahan kelas dunia, akan tetapi untuk menciptakan hal dimaksud harus diimbangi dengan sumber daya manusia berkelas dunia tak lain ASN yang memegang peran utama dalam aktifitas rutinitas.

Untuk mencapai keinginan dimaksud ada lima kriteria yang harus dimiliki, profesional, integritas, orientasi kepublikan, budaya pelayanan yang tinggi, serta memiliki wawasan global. Kelima kriteria tersebut perlu dilakukan oleh seluruh ASN secara berkesinambungan guna memenuhi tuntutan kualifikasi ASN yang mumpuni untuk wujudkan good governance di Indonesia secara berkesinambungan,hal yang paling penting bukan hanya sekedar himbauan penerapan good governance di lingkup ASN, akan tetapi penjelasan bagaimana cara pengimplementasian penerapan good governance tersebut harus lebih diutamakan, sehingga bisa segera meningkatkan kinerjanya.Untuk mewujudkan ASN yang profesional, para ASN ini dituntut untuk mengembangkan dan memaksimalkan kompetensi diri sehingga bisa bermanfaat tepat bagi bidang yang dikerjakannya. Untuk menjadi ASN yang berintegritas tentunya ASN harus mempunyai  komitmen kuat dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan publik.

Para ASN diharapkan selalu tanggap terhadap situasi/fenomena terkini dari seluruh dunia, fenomena yang berkembang di masyarakat. Melalui sikap tanggap, maka ASN pun dapat lebih responsif dan proaktif dalam melayani publik yang kemudian akan mendorong terciptanya efisiensi dalam melayani. Para calon abdi negara atau aparatur sipil negara (ASN) diminta memiliki sikap rasa ingin tahu atau knowing every particular object (kepo). Para birokrat muda sanggup mengikuti perkembangan IPTEK terkini agar mampu menciptakan gagasan-gagasan yang inovatif mengikuti dinamika sosial,politik dan ekonomi. CPNS jangan melakukan hal-hal bersifat rutinitas atau monoton. Harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kepo terhadap perkembangan iptek, inovasi, dinamika zaman, terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat. Sebagai warga negara terpilih dan punya tanggung jawab yang besar, tanggung jawab sosial, tanggung jawab menghormati hukum dan ketertiban sosial, tanggung jawab menjunjung tinggi etika dan sopan santun menjadi birokrat yang penuh integritas dan bebas korupsi, yang melayani masyarakat, serta membawa lompatan kemajuan bagi kejayaan bangsa Indonesia, mengabdi untuk kejayaan dan kemajuan Indonesia.

Peran Widyaiswara

Widyaiswara adalah pegawai negeri sipil yang diangkat sebagai pejabat  fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab,wewenang untuk mendidik, mengajar dan melatih pegawai negeri sipil padalembaga pendidikan dan pelatihan pemerintah.Widyaiswara yang profesionalharus mampu menentukan materi yang tepat, menguasai materi tersebut dan memiliki kemampuan menyajikan materi sesuai dengan kondisi peserta diklat. Diklat dikatakan berkualitas apabila didukung oleh semua unsur kediklatan yangberkualitas, baik lembaga diklatnya, widyaiswara, dan pengelola diklat yang profesional, kurikulum yang sesuai dengan tujuan dan sasaran pogram diklat,ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan diklat.

Sosok Widyaiswara adalah guru bangsa memiliki peran dan tanggung jawab yang besar untuk mengembangkan kompetensi CPNS, widyaiswara harus mendidik dan melatih dengan pola pembelajaran yang konstruktif sesuai dengan perkembangan jaman. Para Widyaiswara dituntut untuk memiliki pemikiran yang lebih konstruktif serta kontekstual dengan dinamika yang saat ini berkembang cepat,. harus berkontribusi bagi pengembangan kompetensi ASN. Widyaisara merupakan garda terdepan dalam pembentukan karakter PNS yang profesional tentu memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi. Sebagai guru bangsa harus bisa menjadi contoh dan memberi teladan untuk yang lainnya,dituntut untuk menunjukkan kinerja terbaik dan harus mampu menghasilkan berbagai terobosan serta cara baru dalam mengembangkan bahan ajar. Selain itu harus menghasilkan pemikiran-pemikiran baru tentang bagaimana kita harus mengembangkan metode pelatihan seseuai kebutuhan yang dihadapi saat ini dan masa depan secara berkelanjutan.

Pola perubahan pendekatan dalam pendidikan dan pelatihan aparatur sangat diperlukan karena adanya gerak laju perubahan di era revolusi industri 4.0. Hal ini menyebabkan semua pihak harus beradaptasi dan menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Situasi dan kondisi seperti ini menuntut adanya terobosan baru dalam bekerja, penggunaan cara-cara baru untuk memecahkan masalah, serta keharusan untuk memperhitungkan lagi dengan jeli dan detail kemampuan yang dimiliki dan kemungkinan-kemungkinan aspek apa saja yang bisa dikembangkan. Dalam beberapa dekade dengan kualitas yang bagus widyaiswara telah mampu menghasilkan terobosan luar biasa, dan telah banyak memberikan sumbangsih terhadap  bangsa dan negara dalam bidang pendidikan untuk pengembangan kompetensi ASN tak lupa mengembangkan karakter sebagai ciri khas negeri tercinta sesuai dengan Permenpan dan Birokrasi Republik Indonesi nomor 22 tahun 2014 tentang Jabatan fungsional Widyaiswara dan angka kreditnya. Widyaiswara merupakan salah satu jabatan fungsional yang memiliki tanggung jawab besar dan merupakan bagian integral dalam sistem kediklatan. Baik buruknya kualitas lulusan Latsar/Diklat sangat tergantung dengan peran widyaiswara dalam proses pembelajaran. Widyaiswara merupakan representasi lembaga Diklat. Sukses tidaknya sebuah lembaga Diklat juga tergantung dari Widyaiswara di lembaga Diklat tersebut. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya BKPSDMD jumlah widyaiswara 20 orang dalam berbagai jenjang jabatan dan golongan telah mumpuni untuk melaksanakan tugas yang diamanahkan walaupun masih ada kelemahan dan kekurangan mengenai kompetensi dan kesempatan mengikuti Diklat yang lebih berdaya guna, ini adalah tugas bersama untuk merenungi dan mencari solusi bagaimana mengantisipasi kesenjangan dimaksud sehingga seluruh widyaiswara bisa bertugas sejalan dengan kemajuan zaman pada akhirnya adalah menumbuhkan kembangkan kemajuan peserta latsar/diklat yang diayomi.

Referensi :

Penulis: 
Rachmat Bahmim Safiri,S.H., M.Si - WI Madya BKPSDMD
Sumber: 
BKPSDMD
Error | Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID)

Error

The website encountered an unexpected error. Please try again later.