Primary tabs

Literasi Digital, Dorong Remaja Jadi Kreatif dan Produktif

Masa remaja merupakan masa yang indah. Dimana pada masa ini, rasa ingin tahunya paling tinggi dibanding orang dewasa. Remaja suka mencoba hal baru dan berusaha untuk mencari jati dirinya.

Masa remaja dikatakan masa tumbuh kembangnya seseorang dari anak-anak menuju dewasa, termasuk dalam perkembangan pola pikirnya. Diera digital dan perkembangan TIK yang pesat, remaja menjadi golongan yang menjadi paling banyak menggunakan TIK. Perkembangan TIK akan mempengaruhi pertumbuhan remaja menuju dewasa.

Dradjat (dalam Willis 1994), menyatakan bahwa remaja adalah usia transisi. Seorang individu telah meninggalkan usia anak-anak yang lemah dan penuh ketergantungan, akan tetapi belum mampu ke usia yang kuat dan penuh tanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap masyarakat. 

Di era yang serba digital seperti saat ini, penggunaan internet semakin meningkat dan mayoritas berusia remaja. Remaja memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi, mencari informasi dan bermain game bersama teman-temannya.

Data pengguna internet tahun 2018 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencapaib171,17 juta. Dimana segmen umur 15-19 tahun mempunyai jumlah paling banyak, yakni mencapai 91 persen. Lalu diposisi kedua, kaum milenial usia 20-24 tahun dengan penetrasi 88,5 persen. Melihat data tersebut, menunjukan bahwa remaja merupakan pengguna internet dan TIK yang paling tinggi. Dengan begitu sangat diperlukan literasi digital yang baik guna mendukung perkembangan remaja menuju dewasa, khusus perkembangan pikiran mereka.

Penggunaan TIK dan internet dikalangan remaja perlu mendapat perhatian bersama. Kenapa demikian? Karena remaja merupakan aset bagi orang tua, bangsa dan negara. Remaja merupakan anak-anak yang sedang mengalami masa transisi menuju dewasa dan proses pencarian jati diri.

Penggunaan TIK dan internet pada remaja yang begitu besar tentunya harus didorong ke arah yang positif. Hal ini bisa dilakukan dengan meningkatkan literasi digital bagi kalangan remaja.

Sebagai mana diketahui, anak-anak remaja tidak mau membaca dan apalagi menulis, sehingga budaya literasi semakin luntur di era digital yang marak dengan gadget. Anak-anak remaja lebih menyukai menghabiskan waktunya bermain gadget atau bermedos ria daripada membaca atau menulis di gadgetnya.

Unesco mendefinisikan literasi sebagai seperangkat keterampilan nyata, kognitif, membaca dan menulis. Dalam proses literasi, kemampuan membaca harus dibarengi dengan kemampuan mencerna bacaan yang dibaca. Literasi tidak hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi kemampuan yang dapat menerjemahkan tulisan yang dibaca maupun gambar, lalu menyampaikannya sebagai sebuah gagasan atau ide yang membangun.

Meningkatkan literasi digital dikalangan remaja tentunya menjadi suatu tantangan yang luar biasa. Sebagaimana kita ketahui bahwa remaja lebih menyukai berkomunikasi, browsing dan bermain game bersama dibandingkan membaca atau menulis.

Kemampuan remaja berliterasi digital akan bermanfaat dalam menghadapi ledakan informasi yang menerpa. Kemampuan remaja untuk mencari informasi, menambah pengetahuan dan berkomunikasi sudah cukup tinggi.

Namun untuk kemampuan evaluatif konten masih rendah. Kurangnya minat mereka dalam membaca secara digital mungkin dikarenakan belum terbiasa, literasi digital kurang menarik, dan berbagai faktor lain. Padahal menghabiskan dan atau membiasakan berliterasi secara digital memberikan manfaat yang besar bagi remaja.

Literasi digital dapat ditingkatkan dengan memberikan ruang mereka untuk berkarya dalam tulisan. Misalnya, menyedia website yang gratis bagi mereka dalam menulis. Dengan begitu, mereka akan tetap semangat menulis atau menelurkan karya yang menarik.

Meningkatkan literasi digital juga dilakukan dengan semakin banyaknya ebook yang ada dan bisa didapat secara gratis. Hal ini tententunya dpaat meningkatkan semangat mereka berliterasi secara digital sehingga mereka menjadi lebih kreatif dan produktif.

Remaja yang memiliki tingkat literasi digital yang baik maka tentunya akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Dengan seringnya remaja berliterasi digital, maka kreativitas remaja juga akan meningkat.

Kreativitas remaja yang meningkat dalam hal positif akan memberikan dampak pada peningkatan produktivitas mereka pada sesuatu karya, seperti konten kreatif, tulisan, artikel, dan karya ilmiah lainnya.

Karya tulis remaja merupakan gagasan atau ide yang baik. Dengan literasi digital yang baik, maka remaja juga akan menghargai karya tulisan orang lain dan mampu menghasilkan karya yang menarik.

Selain itu mereka juga akan memiliki kemampuan evaluatif, memilah informasi dan menshare informasi yang positif dan penting bagi kemajuan mereka.Mari kita sama-sama dorong peningkatan literasi digital bagi remaja. Dengan literasi digital yang baik, maka remaja akan lebih kreatif dan produktif serta terbebas dari informasi hoaks.

Penulis: 
Fajrina A
Sumber: 
PPID Babel